Mengenai Saya

Foto saya
simpel,pengen banget jadi penulis :3

Selasa, 18 September 2012

Ku Tunggu Kau di Tempat Yang Sama




Selasa, 18 september 2012
21:15
gelisah, aku mondar-mandir keluar masuk kamar sepupuku tanpa peduli berapa banyak temannya yang saat itu sedang ada acara.
aku mencoba menenagkan diri, kenapa aku begitu deg-degan, padahal kan aku hanya mau bertemu dengan mantan, cuma mantan.

beberapa menit kemudian dia datang, menyalami semua orang yang ada diruang tamu termasuk aku, kemudian duduk disebelahku, hening tak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya.

dua menit kemudian semua teman sepupuku pulang, tinggal aku dan dia di ruang tamu, tetap hening, hanya sesekali mata kita saling bertatap.


“rame acaranya ?” aku mencoba memecah keheningan, 

“ lumayan, ayok nonton” ajaknya,

“enggak dirumah aja, aku cuma pengen ngobrol sama kamu” jawabku polos.

dia diam, terasa sekali kita sama-sama sangat kaku, entah kenapa, mungkin karena kita mantan. aku sendiri berfikir keras apa yang akan aku bicarakan, tapi tetap saja aku tidak menemukan topik yang menarik.
  

“masih sering di sms feri ?” tanyanya

“kenapa emang?” aku balik bertanya, tak ada jawaban darinya hanya seulas senyum yang di paksakan.

aku nggak ngerti arinya apa, cemburu ? atau ada yang lucu dari jawaban ku ? enthlah. aku ingat dia bilang dia akan pergi, dan malam ini dia menemuiku untuk terakhir kali sebelum dia pergi, aku pun mencoba bertanya,

“kapan pergi ?” aku mencoba memastikan.

“sabtu besok, sekarang terakhir”

“apanya ?” tanyaku lanjut.

“ketemunya, 2tahun lagi kita baru bisa ketemu kayak gini.”
  
Detik itu juga sekuat mungkin aku menahan airmata ku, aku tidak ingin dia melihat aku menangis, walau mungkin jelas terlihat raut wajahku yang berubah menjadi kelu. kenapa aku bisa se-sedih ini ya Tuhan, bukankah aku dan dia hanya sekedar teman, tidak lebih. kenapa aku merasa begitu gelisah dan takut, apa iya aku jatuh cinta lagi sama dia ..

“mungkin waktu aku pulang, kamu udah lupa sama aku.” Lanjutnya.

“dan mungkin kamu udah bawa calon istri waktu pulang.” aku membalasnya sambil bercanda.

“enggaklah, aku mau kerja, kuliah, kerja, punya rumah baru nikah”.
Tanggung jawab sekali, gumamku, rajin sholat, pinter ngaji lagi, ya Tuhan kenapa dulu harus putus sih..
 aku bermonolog dalam hati, tapi setelah itu aku sadar nggak ada gunanya inget-inget yang dulu lupakan feeeb, aku berkata pada diriku sendiri.

“kok kamu nggak cari?”pertanyaan dia menyadarkan aku dari monolog dalam hatiku.

“cari apa ? yang jelas kalau tanya.” aku pura-pura tidak mengerti pertanyaannya, padahal jelas maksud dia, kenpa aku nggak cari pacar.

“enggak, nggak jadi.” lanjutnya

“yang jelas apa?” aku masih mendesak.

“aku kira kamu ngerti walaupun nggak tek jelasin. Besok kita bisa smsan nggak ya ?” sambungnya.

“mungkin” jawabku singkat.

kenapa harus tanya itu sih, kita kan nggak ada hubungan apa-apa, bikin aku tambah bingung mau gimana,, aku takut rasa yang dulu datang lagi, karena pasti akan menyakitkan rasanya, apalagi kamu tinggal pergi, Tuhan tolong jangan datangkan lagi perasaan itu.

tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain, sepertinya aku benar-benar kembali jatuh cinta, dia sangat menujukannya, terlebih ketika dia bilang "aku kangen adiknya masmu, kamu", entah apa yang aku rasakan, bahagia yang tidak dapat aku diskripsikan. benar kata orang cinta pertama memang lebih berkesan, lebih sulit dilupakan, dan sangat mudah mengembalikan ingatan tentang kenangan yang dulu, indah.

selama beberapa menit, kita hanya saling memandang, saling tersenyum, pura-pura sibuk dengan hp masing-masing, saling mencuri pandangan, tak sengaja saling bertatap, kita seperti orang yang baru pdkt.


“kamu nggak pamit sama mantan mu ?” aku mengalihkan pembicaraan.

“ini udah pamit sama kamu”.
 Mati, aku terjebak di pertanyaanku sendiri.

“iyakan?” lanjutnya.

Aku hanya tersenyum, yaaa kita memang mantan, itupun sudah bertahun lalu, cinta monyet kelas 1 SMP, lucu sekali mengingatnya. Malam itu pembicaraan  kita menjadi terasa sangat berarti, mungkin karena itu terakhir kita bertemu sebelum kamu pergi. aku bingung kenapa setiap kali kita dekat kita selalu di pisahkan oleh waktu, kenapa selalu seperti ini, rasanya ingin sekali aku mengulur waktu agar malam tak segera datang, agar terus ada waktu yang pantas untuk kita terus bercanda, rasanya ingin sekali malam itu waktu berhenti 1 jam saja, untuk kita, untuk mata kita. Tapi, kenyataan memang tidak akan pernah dapat kita hindari.

Tepat pukul 23.30

“aku pulang ya?” ia berpamitan.

“ya” aku beranjak mengantarnya keluar.

Aku mengulurkan tangan untuk bersalaman, dia menggenggam tanganku.

“hati-hati” kataku.

Dia tersenyum, kemudian pergi. Aku melihatnya dengan perasaan tak tentu, aku tutup pintu aku berdo’a, Tuhan kuatkan aku, kuatkan kami, aku percaya engkau tahu yang terbaik untuk kami, maka bila kau mengizinkan aku mohon kelak pertemukanlah kami kembali, di tempat ini, di tempat aku dan dia. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar