“orang
bilang ‘cinta’ bisa mengalahkan segalanya. Omong kosong
Aku telah
melihat sesuatu yang tak bisa
dikalahkannya. Jarak.” – Madahir Pradana
Iya aku
setuju dengan itu, jarak memang tidak dapat dikalahkan dengan cinta.
Enggak
percaya, masih butuh bukti ? aku buktinya.
Aku pikir semua itu akan mudah yang
penting kita saling percaya, aku pikir pertemuan itu bukan faktor yang terlalu
penting dalam hubungan. Tapi, ternyata aku salah besar, percaya ? itu hanya
modal kecil dalam sebuah hubungan, kita masih butuh banyak hal lain, komunikasi
yang baik, pertemuan yang baik.
Gimana dulu
aku bisa berpendapat pertemuan itu hal yang tidak terlalu penting, aku sendiri
sudah lupa, sepertinya waktu itu aku benar-benar sedang “jatuhcinta” (mungkin),
yang jelas sekarang aku merasakan susahnya percaya tanpa ada komunikasi yang
pasti, tanpa ada pertemuan yang baik. Ternyata yang aku yakini selama ini
salah, sangat salah.
Aku tidak
ingin semuanya menggantung, aku coba bicarakan ini baik-baik dari hati, aku
mulai terbuka setelah aku merasakan bosan menunggu, bukan berarti dulu cintaku
itu tidak tulus, sama sekali bukan, aku ini sama halnya dengan wanita yang
lain, merasa sedih ditinggalkan, merasa berat melepaskan, tapi aku sendiri juga
tidak tahu apa yang akan aku alami setelah hari ini, aku akan bertemu dengan
siapa setelah hari ini, aku tidak ingin hal yang tidak pasti ini berlangsung
terlalu lama hingga menimbun kecewa yang lebih banyak.
Akhirnya aku
jujur, aku katakan ternyata aku salah, ternyata aku belum siap untuk menjalani
semua ini, aku belum dapat berkomitmen sekeras ini, aku memilih berbalik arah.
Aku
menyayangimu, dari setiap do’a yang aku panjatkan Tuhan memberikan jawaban
seperti ini, mungkin ini yang terbaik untuk kita, untuk kamu, aku, dan masa
depan kita.
Setiap kali
aku menegadahkan tangan meminta kita diberi keringanan untuk berjalan sendiri
kini telah dikabulkanNya, jadi jangan anggap ini hal buruk untuk kita, ini
adalah jawaban dari do’a-do’a kita selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar